Pura Paku Alam Tata Ruang, Arsitektur dan Maknanya


KRATON ITU BERNAMA PURA PAKUALAMAN

Eksistensi sebuah kerajaan terlihat secara kasat mata dari keraton yang dimilikinya. Beteng kokoh sekeliling istana menyekat dan membedakan mana area bangsawan dan mana area rakyat jelata. Biasanya, arsitektur dan kemegahan bangunannya menunjukkan keangkeran dan keangkuhan feodalistis sang raja dan kerabatnya.
Sampai pada era Paku Alam V (1878-1900), keadaan istana masih sederhana. Lampu penerangan yang digunakan adalah lampu-lampu gantung minyak tanah dan lampu-lampu kecil minyak kelapa bersumbu kapas. Istana Pakualaman juga pernah mengalami kerusakan hebat setelah terjadi gempa bumi dahsyat di Jogjakarta pada tahun 1864. Meskipun demikian, Pura Pakualaman tetaplah sebuah keraton yang megah di mata rakyat jelata.

Sederhana Namun Penuh Makna
Kesan yang terpancar dari Pura Pakualaman adalah: sederhana, penuh makna, terbuka, dan modern. Atap gaya kampung srotong pada pintu masuk menunjukkan kesederhanaan. Simbol-simbol yang dipakai menunjukkan bahwa kehidupan istana itu sarat dengan makna. Arsitektur modern yang diterapkan tanpa menghilangkan kesan tradisional menunjukkan sifat keterbukaan. Beberapa bangunan penting di Pura Pakualaman adalah….

Gapura (Pintu Masuk)
Gapura ini memuat tulisan Ing Dana Wara yang berarti “modal”. Terdapat pula ukiran kata-kata sengkalan: Wiwara Kusuma Winayang Reka yang berarti “pintu yang terungkap dalam wujud cipta”. Maksud dari semua ini adalah, kawasan Pura Pakualaman merupakan zona kehidupan yang memiliki kedalaman pemikiran filosofis. Tindakan memasuki kawasan itu merupakan modal awal menuju ranah pemikiran yang mendalam. Di seputar gapura terdapat kata-kata Engeta Angga Pribadi. Artinya, sebelum memasuki dunia pemikiran, manusia harus mawas diri. Tertoreh pula kata-kata Guna Titi Turun (kemampuan, kecermatan, kehendak). Hal itu menunjukkan bahwa Pura Pakualaman adalah kawasan dengan etos kerja tinggi serta pemikiran yang rasional.

Lonceng
Dulu, terdapat lonceng sebagai penanda waktu. Hal itu menunjukkan sikap menghargai waktu untuk bekerja dan beribadah kepada Tuhan.

Bangsal Sewatama
Ini adalah bangunan induk Puro Pakualaman. Atapnya tidak berbentuk joglo tetapi limasan. Di bagian belakang bangsal ini terdapat empat saka guru lengkap dengan ulegnya.

Ndalem Ageng Prabasuyasa
Ini adalah sebutan untuk seluruh bangunan terpenting yang terdapat di belakang Bangsal Sewatama. Salah sebuah ruangan di dalamnya dipakai untuk menyimpan pusaka-pusaka yang dikeramatkan.

Parangkarsa
Ini adalah bangunan yang berfungsi untuk mengadakan hajat keluarga seperti pertemuan, pesta, dan perkawinan.

Gedhong Purwaretna
Bangunan yang terletak di sebelah kiri Bangsal Sewatama itu berdiri megah dengan behiaskan ukiran krawangan (ukiran tembus pandang). Keberadaan bangunan berarsitektur Barat ini merupakan cerminan jiwa pimpinan wangsa Pakualaman dalam menanggapi datangnya pengaruh modern pada awal abad 20.

Bangsal Sewarengga
Bangunan terbuka berbentuk joglo ini bersifat sakral. Di atas jalan masuk dari sebelah barat terdapat tulisan Sri Teka. Di atas jalan masuk dari sebelah timur terdapat tulisan Sri Ana. Hal itu menunjukkan aspirasi terhadap nilai-nilai kesuburan yang berkaitan dengan mitos Dewi Sri (dewi kesuburan).

Masjid
Di luar kompleks Puro, tepatnya di sudut barat laut alun-alun Sewandanan, terdapat sebuah Masjid. Pada prasasti di sebelah utara tertoreh sengkalan: Pandhita Obah Sabda Tunggal yang menunjukkan tahun Jawa 1767 (1839 Masehi). Namun, pada prasasti di sebelah selatan tertoreh sengkalan: Gunaning Pujangga Sapta Tunggal yang menunjukkan tahun Jawa 1783 (1855 Masehi). Sampai sekarang masih diperdebatkan, tahun mana yang merupakan tahun pendirian Masjid tersebut.

Kerata Kencana
Puro Pakualaman sudah memiliki alat transportasi mewah pada jamannya. Salah sebuah kereta kencana yang dimiliki Pakualaman adalah pemberian Sir Thomas Stamford Raffles pada tahun 1814.


Sumber http://pakualamanyogya.wordpress.com/
Dipostkan oleh http://kusumanugraha.blogspot.com/

1 komentar:

Anonim { 15 Januari 2011 20.31 }
soto depan PA enakeeee...

Leave a Comment

Jangan lupa beri komentar ya..